Aktivis HAM


hamka

Haji Abdul Malik Karim Amrullah

Haji Abdul Malik Karim Amrullah (atau lebih dikenal dengan julukan HAMKA, yakni singkatan namanya), lahir tahun 1908, di desa kampong Molek, Maninjau, Sumatera Barat, dan meninggal di Jakarta 24 Juli 1981, adalah sastrawan Indonesia, sekaligus ulama, dan aktivis politik.


Belakangan ia diberikan sebutan Buya, yaitu panggilan buat orang Minangkabau yang berasal dari kata abi, abuya dalam bahasa Arab, yang berarti ayahku, atau seseorang yang dihormati.


Ayahnya adalah Syekh Abdul Karim bin Amrullah, yang dikenal sebagai Haji Rasul, yang merupakan pelopor Gerakan Islah (tajdid) di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906.
Daftar isi

(more…)

Advertisements

hu-jia

Hu Jia

Hu jia, aktivis hak asasi manusia (HAM) China, telah ditangkap dengan tuduhan “melakukan subversi terhadap kekuasaan negara”, kata kelompok Pembela HAM China (CHRD), Sabtu.

Hu telah dalam tahanan rumah lebih dari enam bulan dan telah ditahan pada Kamis, kata CHRD.

Penahanan atas perintah yang dikeluarkan polisi itu tidak dijelaskan secara rinci tentang tindakan apa yang ia lakukan sehingga ditahan.

Sekitar 20 perwira kepolisian menyerbu rumahnya Hu, memutuskan hubungan internetnya, dan merampas telepon genggamnya.

Polisi tetap berada di rumah itu setelah menciduk Hu, mengawasi istrinya Zeng Jingyan, putrinya yang berusia enam pekan, dan neneknya untuk mencegah pemberitaan tentang penangkapan itu, kata CHRD.

Hu dikenal menyuarakan pasien AIDS dan pelecehan HAM serta sangat kritis terhadap pemerintah menjelang Olimpiade 2008 yang akan berlangsung di Beijing.

Para wartawan tanpa batas negara mengecam keras penangkapan itu, dan mengatakan dalam suatu pernyataan bahwa pihak berwenang “telah mengambil keuntungan dari fokus masyarakat internasional tentang Pakistan untuk menangkap salah seorang yang berjuang secara damai untuk kebebasan berekspresi di China.”

Kelompok HAM menyerukan masyarakat internasional mengintervensi kepentingan Hu, “dengan demikian agar ia tidak menjadi korban penindasan pra-olimpiade

luther-king

Martin Luther King, Jr., Ph.D


Pendeta Martin Luther King, Jr., Ph.D. (15 Januari 1929 – 4 April 1968) adalah penerima Nobel, pendeta Baptis dan aktivis HAM warga Afrika-Amerika. Dia adalah salah seorang pemimpin terpenting dalam sejarah AS dan dalam sejarah non-kekerasan pada zaman modern, dan dianggap sebagai pahlawan, pencipta perdamaian dan martir oleh banyak orang di seluruh dunia. Satu setengah dekade setelah pembunuhan terhadapnya pada tahun 1968, Amerika Serikat menetapkan sebuah hari libur untuk memperingatinya, Hari Martin Luther King.

King lahir di Atlanta, Georgia dari Pendeta Martin Luther King, Sr. dan Alberta Williams King. Dia menikah dengan Coretta Scott pada tanggal 18 Juni 1953. Dia lulus dari Morehouse College dengan gelar Bachelor of Arts (dalam bidang Sosiologi) pada 1948, dan dari Seminari Teologi Crozer di Chester, Pennsylvania dengan gelar Bachelor of Divinity (Sarjana Teologi) pada 1951. Dia meraih gelar Ph.D.nya dalam teologi sistematika dari Universitas Boston pada 1955.

(more…)

dahlan

K.H. Ahmad Dahlan


K.H. Ahmad Dahlan sebagai tokoh pendiri Muhammadiyah pada dasarnya memiliki spirit yang kuat dalam upaya penegakan Hak Asasi Manusia (HAM). “Kalau membaca pikiran Kiai Dahlan, sebenarnya beliau banyak melakukan upaya dalam peningkatan mutu dan martabat manusia,” kata Abdul Munir Mulkhan, tokoh Muhammadiyah yang juga anggota Komisi Nasional (Komnas) HAM, Selasa (25/09/2007) di Jakarta.

Abdul Munir Mulkhan adalah tokoh Muhammadiyah tulen. Selain sempat menjadi pengurus Muhammadiyah sepanjang hidupnya, tokoh yang dilahirkan di , Jember Jawa Timur pada tahun 1946 ini, menulis puluhan buku tentang Muhammadiyah. Munir merupakan salah satu anggota Komnas HAM yang terpilih untuk periode 2007-2012. Bagi warga Muhammadiyah tentu ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan. Karena tokoh Muhammadiyah mampu berkiprah dalam konteks yang lebih luas.

Namun yang lebih penting, tokoh-tokoh Muhammadiyah yang berkiprah di luar Muhammadiyah tetap memiliki komitmen yang tinggi terhadap misi dakwah Muhammadiyah. “Saya tentu berkomitmen untuk bekerja sesuai dengan kemampuan dalam penegakan misi kemanusiaan. Menurut saya ini sesuai dengan misi dakwah Muhammadiyah,” tutur Munir.

Mencontoh Kiai Dahlan, misi kemanusiaan menjadi agenda utama yang perlu dikembangkan sebelum misi keagamaan formal lainnya. “Kiai Dahlan lebih dulu menegakkan misi-misi kemanusiaan, sesudah itu baru ajaran Islam yang legal formal,” imbuh Munir.

Munir Said Thalib

Munir Said Thalib


Munir Said Thalib lahir di Malang, Jawa Timur, 8 Desember 1965 dan meninggal di pesawat Garuda dari Jakarta jurusan ke Amsterdam, pada tanggal 7 September 2004. Pria keturunan Arab ini adalah seorang aktivis HAM Indonesia dan jabatan terakhirnya adalah Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia Imparsial.

Saat menjabat Koordinator Kontras namanya melambung sebagai seorang pejuang bagi orang-orang hilang yang diculik pada masa itu. Ketika itu dia membela para aktivis yang menjadi korban penculikan Tim Mawar dari Kopassus. Setelah Soeharto jatuh, penculikan itu menjadi alasan pencopotan Danjen Kopassus Prabowo Subianto dan diadilinya para anggota tim Mawar.

Jenazah Munir dimakamkan di Taman Pemakaman Umum, Kota Batu.

(more…)