senyum

Pada dasarnya, semua orang bisa tersenyum, namun kadangkala karena ketidakseimbangan baik fisik apalagi mental membuat sebagian orang sulit untuk tersenyum. Dalam ajaran Islam, tersenyum dianggap sebagai suatu ibadah, Rasulullah saw bersabda, “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah,” (HR Muslim). (more…)

“Marhaban ya Ramadhan Marhaban fi syahril mubarok wa syahril maghfiroh. Barakallau lana walakum daaiman bijami’i khoir. Wal’awfu minkum”

Alhamdulillahirabbil alamin, Shalawat serta salam tercurah ke haribaan jungjunan kita Nabi Besar Rasulullah SAW beserta keluarga dan para sahabat-sahabatnya.

Sahabat yang baik hati, Sungguh, tanpa terasa bulan Ramadhan sudah tiba, bulan penuh rahmat dan maghfirah Allah SWT akan kita arungi bersama. Dalam bulan ini kita akan melaksanakan puasa selama satu bulan penuh. Sebagai bekal diri kita dalam mengarungi kehidupan selanjutnya. Karena dalam bulan inilah, jiwa dan raga kita semua benar-benar ditempa oleh tempaan2 yang luar biasa, oleh ujian2 yang maha dahsyat, yang tentunya akan dapat memberikan diri kita berbagai macam keuntungan. Baik dari segi ruhani maupun dari segi jasmani.

Sudah banyak diketahui oleh kita bersama bahwa banyak sekali manfaat yang dapat kita ambil dari ibadah yang satu ini. Salah satu diantaranya adalah dapat membuat kita menjadi seorang yang kuat menghadapi cobaan, tegar dalam mengarungi rintangan dan sabar dalam menerima tekanan. Tekanan dalam memperturutkan hawa nafsu kita yang selama hampir satu tahun penuh dibiarkan merajalela. InsyaAllah dengan adanya puasa ini Allah dapat menjadikan kita termasuk ke dalam golongan ”orang-orang sabar”, orang yang sangat dicintai oleh Allah SWT.

Mari kita sambut bulan Ramadhan dengan senyuman dan hati yang bersih..
Saatnya mengosongkan hati untuk diisi dengan kebaikan.
Terimakasih ya Allah, telah memberi hamba kesempatan untuk menikmati Ramadhan tahun ini

Sahabat Mutiara, ada beberapa sikap seorang Mukmin dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan ini, diantaranya adalah :

1.“Alfarhu”
Hatinya merasa gembira, dan bersuka cita dengan kedatangan bulan Ramadhan ini, karena dipanggil Allah Subhanahu wata’ala untuk melaksanakan shaum, karena dirinya meengetahui sepenuhnya bahwa dengan puasa ini Allah akan mengangkat derajatnya menjadi hambaNya yg bertaqwa, sesuai dengan firmannya :

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS Al-Baqarah 183)

2. “Attazzikiyah”
Berusaha untuk membersihkan hati agar hatinya terbebas dari penyakit-penyakit hati yang menyebabkan dirinya sulit untuk mengakses “nur” rahasia hikmah yang tersembunyi di balik bulan Ramadhan dengan selalu memperbanyak bacaan istigfar, mohon ampunan kepada Allah dan tidak lupa dengan melipatgandakan sedekah kepada kaum fakir.

3.“Al ilmu”
Selalu belajar dan terus belajar untuk mencari ilmu yang sebanyak-banyaknya terutama dalam mepelajari tujuan, hikmah, keutamaan, amal-amal utama dan hal-hal yang dapat mengurangi bahkan merusak nilai ibadah puasanya.

4. “Al-Maghfirah”
Memohon ampunan dari Allah, dan meminta maaf kepada orangtua, suaminya atau istri tercintanya, tidak lupa juga kepada kerabat, saudara, handai taulan dan para tetangga serta sahabat-sahabat. Agar dimaafkan dari segala kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

Semoga saya dan sahabat-sahabatku tercinta bisa dimudahkan oleh Allah SWT untuk selalu istiqomah dan mudawamah dalam melaksanakan perintah-perintahNya, terutama perintah ibadah puasa yang akan kita hadapi dalam beberapa hari lagi.

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan tahun 1433 H

اَللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَ لا يَمُنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا اْلجَلاَلِ وَ اْلاِكْرَامِ ياَ ذَا الطَّوْلِ وَ اْلاِنْعَامِ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ ظَهْرَ اللاَّجِيْنَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْنَ وَ اَمَانَ اْلخَائِفِيْنَ . اَللَّهُمَّ اِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِى عِنْدَكَ فِيْ اُمِّ اْلكِتَابِ شَقِيًّا اَوْ مَحْرُوْمًا اَوْ مَطْرُوْدًا اَوْ مُقْتَرًّا عَلَىَّ فِى الرِّزْقِ فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ فِيْ اُمِّ اْلكِتَابِ شَقَاوَتِي وَ حِرْمَانِي وَ طَرْدِي وَ اِقْتَارَ رِزْقِي وَ اَثْبِتْنِىْ عِنْدَكَ فِي اُمِّ اْلكِتَابِ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَ قَوْلُكَ اْلحَقُّ فِى كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَ يُثْبِتُ وَ عِنْدَهُ اُمُّ اْلكِتَابِ. اِلهِيْ بِالتَّجَلِّى اْلاَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ الَّتِيْ يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍ وَ يُبْرَمُ اِصْرِفْ عَنِّيْ مِنَ اْلبَلاَءِ مَا اَعْلَمُ وَ مَا لا اَعْلَمُ وَاَنْتَ عَلاَّمُ اْلغُيُوْبِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلَّمَ . اَمِيْنَ

Ya Allah, Dzat Pemilik anugrah, bukan penerima anugrah. Wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Wahai dzat yang memiliki kekuasaan dan kenikmatan. Tiada Tuhan selain Engkau: Engkaulah penolong para pengungsi, pelindung para pencari perlindungan, pemberi keamanan bagi yang ketakutan. Ya Allah, jika Engkau telah menulis aku di sisiMu di dalam Ummul Kitab sebagai orang yang celaka atau terhalang atau tertolak atau sempit rezeki, maka hapuskanlah, wahai Allah, dengan anugrahMu, dari Ummul Kitab akan celakaku, terhalangku, tertolakku dan kesempitanku dalam rezeki, dan tetapkanlah aku di sisimu, dalam Ummul Kitab, sebagai orang yang beruntung, luas rezeki dan memperoleh taufik dalam melakukan kebajikan. Sunguh Engkau telah berfirman dan firman-Mu pasti benar, di dalam Kitab Suci-Mu yang telah Engkau turunkan dengan lisan nabi-Mu yang terutus: “Allah menghapus apa yang dikehendaki dan menetapkan apa yang dikehendakiNya dan di sisi Allah terdapat Ummul Kitab.” Wahai Tuhanku, demi keagungan yang tampak di malam pertengahan bulan Sya’ban nan mulia, saat dipisahkan (dijelaskan, dirinci) segala urusan yang ditetapkan dan yang dihapuskan, hapuskanlah dariku bencana, baik yang kuketahui maupun yang tidak kuketahui. Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi, demi RahmatMu wahai Tuhan Yang Maha Mengasihi. Semoga Allah melimpahkan solawat dan salam kepada junjungan kami Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabat beliau. Amin.

Kita mungkin pernah dan bahkan sering terhanyut oleh suasana hati, terjebak oleh memori, dan cenderung terperangkap dalam rasa tak berdaya. Sungguh tidak enak rasanya dalam suasana begitu. Sekarang saatnya untuk “ berpikir  dan bertindak beda”. Saatnya berubah dan saatnya untuk membuat perubahan.

Lihatlah kedepan, kearah mana kita ingin pergi dan akan mencapai tujuan, tetap pada tujuan akhir dari perjalanan kita. Maka kita akan menemukan jalan yang nikmat untuk dilalui.

Gweeet (2004) mengungkapkan dalam bukunya Time To Change. Tetaplah melihat kedepan, maka jalan yang terjalpun akan lebih mudah dilalui.

Langkah demi langkah. Tetap pada tujuan dalam jiwa dan semangat kita, maka hambatan bisa menjadi kurang berarti.

Lihat kedepan, kearah tujuan kita. Semakin sering kita melihat, maka makin dekat tujuan yang akan kita capai. Tidak ada kata terlambat untuk mengisi kehidupan dan menikmati kemakmuran. Tidak ada kata terlambat untuk menjadi bahagia dan sukses.

Semua yang terjadi di masa lampau biarlah menjadi pengalaman dan pelajaran. Sekarang tidak ada yang bisa menghentikan kita untuk menjadi apa yang kita inginkan. Semakin banyak hal-hal buruk yang dialami semakim bersemangat  kita untuk memperbaiki, semakin banyak kegagalan yang menghambat akan semakin kuat Dari ungkapan diatas mudah mudahan menjadi inspirasi bagi kita. Ayo mulai kita melangkah kedepan untuk membuat perubahan.

Melangkah dengan mantap dan penuh keyakinan. Penuhi pikiran dengan hal positif, penuhi hati dengan kebaikan, penuhi jiwa dengan semangat yang membara. Mulai dari sini kita melangkah, maka perjalanan sukses kita dimulai. salam sukses semangat selalu… moga kita selalu dalam rahmat Allah SWT.   Aamiin…

Suatu hari seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yang sedang dirundung masalah Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua masalahnya.

Pak tua bijak hanya mendengarkan dgn seksama,

lalu Ia mengambil segenggam serbuk pahit

dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air.Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan,“Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya “, ujar pak tua“Pahit, pahit sekali “, jawab pemuda itu sambil meludah ke samping

Pak tua itu tersenyum,

lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ke tepi telaga belakang rumahnya.Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampai ke tepi telaga yg tenang itu.Sesampai disana, Pak tua itu kembali menaburkan serbuk pahit ke telagaitu, dan dengan sepotong kayu ia mengaduknya.“Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah.” Saat si pemuda meregukair itu, Pak tua kembali bertanya lagi kepadanya,“Bagaimana rasanya ?”“Segar”, sahut si pemuda.“Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu ?” tanya pak tua“Tidak, ” sahut pemuda ituPak tua tertawa terbahak-bahak sambil berkata:“Anak muda, dengarkan baik-baik. Pahitnya kehidupan,adalah layaknya segenggam serbuk pahit ini, tak lebih tak kurang.

Jumlah dan rasa pahitnyapun sama dan memang akan tetap sama.

Tetapi kepahitan yg kita rasakan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki.Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkannya.

Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup,

hanya ada satu yg kamu dapat lakukan;

Lapangkanlah dadamu menerima semuanya itu,

Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu”.Pak tua itu lalu kembali menasehatkan:

“Hatimu adalah wadah itu;

Perasaanmu adalah tempat itu;

Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya.

Jadi jangan jadikan hatimu seperti gelas,

buatlah laksana telaga yg mampu menampung setiap kepahitan itu,

dan merubahnya menjadi kesegaran dan kedamaian.

Karena Hidup adalah sebuah pilihan,

mampukah kita jalani kehidupan dengan baik sampai ajal kita menjelang?

Belajar bersabar menerima kenyataan adalah yang terbaik”

“mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia..”, begitulah kira-kira sepenggal lirik lagu berjudul Laskar Pelangi yang dipopulerkan oleh Nidji. Berdasarkan inspirasi dari lagu dan film tersebut membuat saya ingin menulis sesuatu tentang mimpi ini. Tulisan sederhana yang acak-acakan tapi lumayanlah buat memotivasi diri sendiri dan syukur-syukur bermanfaat untuk oranglain. Hehe…

Setiap orang bebas bermimpi apapun dan sebanyak apapun karena mimpi memang hak setiap orang. Mimpi atau harapan tidak cukup jika hanya menjadi mimpi belaka, semua harus dibarengi dengan usaha, kerja keras, dan doa agar mimpi tersebut dapat terwujud. Dalam mewujudkan mimpi, hal yang dapat kita lakukan adalah menuliskan target-target apa saja yang ingin kita capai dalam hidup ini. Target jangka pendek serta target jangka panjang. Dari target yang dianggap sepele oleh orang-orang sampai target yang benar-benar besar yang dapat merubah hidup kita.

Sebagai pemuda-pemudi penerus bangsa yang masih punya banyak mimpi, mari sama-sama kita rangkai mimpi-mimpi kita. Kita tentukan target yang ingin dicapai, lalu kita berusaha mewujudkan satu per satu. Jangan lupa pula untuk tetap beribadah kepada-Nya agar kita dimudahkan untuk menggapai mimpi. Dan yang paling penting adalah selalu minta doa restu orangtua, karena ridho orangtua adalah ridho Allah SWT.

Semoga kelak mimpi-mimpi kita dapat terwujud dan kita selalu diberi kemudahan. Jangan hanya mengejar mimpi di dunia, kita juga perlu sama-sama belajar untuk mengejar mimpi di akhirat kelak. Mari saling mendukung, memotivasi, dan saling mengingatkan. Semoga kita menjadi orang yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga cerdas emosional (mengendalikan hawa nafsu), dan cerdas spiritual dengan berpegang teguh pada kepercayaan masing-masing (dalam islam Al-Quran dan Hadist).

Bermimpilah dan Raih Mimpimu!!!! ^_^

Alhamdulillah, puji syukur pada Allah SWT pemberi berbagai macam nikmat. Shalawat dan salam senantiasa dipanjatkan pada Nabi kita Muhammad SAW, keluarga dan sahabatnya. Aamiin…

 Setiap saat kita telah mendapatkan nikmat yang banyak dari Allah, namun kadang ini terus merasa kurang, merasa sedikit nikmat yang Allah beri. Allah beri kesehatan yang jika dibayar amatlah mahal. Allah beri umur panjang, yang kalau dibeli dengan seluruh harta kita pun tak akan sanggup membayarnya. Namun demikianlah diri ini hanya menganggap harta saja sebagai nikmat, harta saja yang dianggap sebagai rizki. Padahal kesehatan, umur panjang, lebih dari itu adalah keimanan, semua adalah nikmat dari Allah yang luar biasa. ya Allah, ya Robb.. puji Syukur ku hanya buat Mu. Semoga hamba ini tergolong orang2 yg selalu bersyukur kepada Mu. Aamiin