rindu-padamu-ibu

Ibu…
Sering kuteringat padamu
betapa kurindukan engkau

sejak kecil
belum pernah lagi kudengar
dari ucapmu ya Ibu
sebuah ucap penuh kasih dan sayang
itu yang kurindukan

ketika besar aku
sedetik kumerasakan kasihmu
namun engkau tak lagi bersanding denganku

pipi ini terasa hangat
karena leleh air mata
ketika mengingat engkau
dan betapa kerinduan ini

aku merindukan
apa yang belum pernah kurasakan
aku sungguh menginginkan
apa yang belum pernah kudapatkan
darimu Ibu

tapi entah kapan lagi
sampe diri ini lupa pelukan terakhir denganmu
itu sangat kurindukan Ibu
sangat kurindukan

aku ingin menunjukkan bakti ini
hanya kepadamu
kasih sayang dan cinta ini
juga untuk engkau
namun aku di sini
sementara engkau di sana
aku merindukanmu Ibu

dan kini hanyalah do’a
dan air mata
yang mengiringi kerinduanku
terbayang dipelupuk mataku
derita ibu di jauh sana
tapi entah apa yang bisa
dan dapat aku perbuat untuk baktiku
selain do’a dan air mata ini

Ibu…
tak pernah kusalahkan engkau
atas semua yang telah terjadi
karena bagiku engkau
adalah bidadari yang telah melahirkanku

aku juga tahu Ibu
apa yang tlah hadir sebagai takdir
itulah yang harus kujalani
dan Allah sebagai saksi atas Kehendak-Nya

aku ingin mencium tapak kakimu
aku ingin sujud sungkem padamu
aku ingin bisa seperti mereka
tapi aku sadar aku tak seberuntung mereka

dalam deras air mata doa ini
aku slalu memohon
Allah menjagamu slalu
dan memurahkan sgala rezeki untukmu

dan dari relung rasa
kupanjatkan dengan sgala lembut hati

Ya Allah…
Tetapkan Ibu sebagai bidadari surga-Mu
nanti…

Sumber: http://ais.blog.some.com/