Keluarga Sakinah

Suami, Istri dan anak-anak yang terikat secara lahir dan batin dan terikat secara hukum dan pertalian darah dan pernikahan, biasa disebut dengan keluarga. Keluarga ini merupakan unit terkecil didalam mayarakat yang besar, dimana ikatan ini menetapkan kedudukan masing2 yang didalamnya terdapat hak dan kewajiban, tanggung jawab bersama, saling menghargai dan mengasihi, dan keluarga inilah yg disebut dengan keluarga inti.

Agama dalam hal ini Islam dalah ketentuan ketentuan Tuhan yang memberikan bimbingan dan tuntunan kepada manusia menuju bahagia dunia dan akhirat, dan akan sangat efektif apabila pemeluknya memahami, menghayati dan mengamalkannya secara baik dan sungguh-sungguh, dan terkait dengan kebahagiaan keluarga yang diawali dengan pernikahan adalah bertujuan menciptakan keluarga Sakinah, Mawadah dan Rahmah antara suami, istri dan anak-anak besrta keluarga lain, sebagaimana termaksud dalam QS. Al-Rum, 30:21.

Sakinah, berasal dari bahasa Arab yang berarti tenang atau Ketenangan, yaitu ketentraman jiwa dan ketenangan batin. Sakinah merupakan ketenangan yang harus didahului oleh gejolak, karena dalam setiap rumah tangga diwarnai dengan gejolak bahkan kesalahpahaman, dan tertanggulanginya gejolak inilah akan melahirkan sakinah (ketenangan) .

Mawaddah, memiliki arti kelapangan dada dan terhindarnya jiwa seseorang dari kehendak yang tidak baik. Mawaddah juga memiliki makna cinta sejati, dan Cinta dikatakan lengkap apabila terpenuhi unsur-unsurnya yaitu meliputi Perhatian, Tanggungjawab, Penghormatan serta Pengetahuan. Cinta yang dibingkai dengan hati yang mawadah tidak lagi akan memutuskan hubungan karena hatinya begitu lapang dan terhindar dari bermacam keburukan.

Rahmah, adalah kasih sayang, yaitu kondisi psikologis yang muncul didalam hati, karena melihat ketidak berdayaan, sehingga mendorong yang bersangkutan untuk memberdayakannya. Karena itu, dalam kehidupan keluarga, suami maupun istri rela bersusah payah demi menuju kebaikan bagi pasangannya serta menolak segala yang mengganggu dan mengeruhkannya / mengotori.

Jadi keluarga SAMARAH adalah keluarga yang didalamnya penuh dengan ketenangan, ketenteraman dan kebahagiaan yang berasal dari menyatunya pemahaman dan kesucian hati dan bergabungnya kejelasan pandangan dengan tekat yang kuat.

Keluarga SAMARAH tidak terbentuk begitu saja, akan tetapi kehadirannya adalah melalui proses dan harus diperjuangkan. Keluarga ini bukan keluarga yang tanpa masalah, akan tetapi lebih pada keluarga yang mempunyai keterampilan untuk mengelola masalah dan konflik yang ada didalamnya.

Rasulullah saw. Telah berpesan kepada para suami untuk berbuat baik kepada kaum wanita atau istri, yang mana pesan ini beliau sampaikan pada saat melakukan Haji wada’ :
“Bertaqwalah kamu kepada Allah mengenai wanita, karena sesungguhnya kamu telah menerima mereka sebagai amanat Allah dan menjadi halal menggaulinya dengan kalimat Allah.” (HR. Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Selain berpesan kepada kaum suami, nabi Muhammad juga berpesan kepada kaum Istri, melaui Abu Hurairah dan Aisyah :
” Sekiranya aku memperbolehkan seseorang bersujud pada orang lain, pastilah aku akan perintahkan seorang istri pada suaminya.” ( HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah). Hadis ini bisa dipahami secara metaphoris, bahwa seorang istri harus senantiasa taat pada suaminya apabila perintahnya itu baik.

Mari Kita upayakan dan kita raih keluarga Samarah! Jangan hanya ditunggu…. ……… …