Shareware bukanlah jenis software, tapi merupakan metode distribusi dan penjualan. Beberapa produsen memasarkan software mereka dengan moto: coba dulu baru bayar! (try before buy). Software yang dipasarkan dengan cara inilah yang disebut dengan shareware.

Meskipun shareware mempunyai hak cipta (copyright), tapi bisa dicopy dan digunakan secara gratis atau disebar-luaskan kepada orang lain.

Biasanya shareware mempunyai jangka waktu pemakaian atau masa percobaan (trial period), yang berkisar antara 20 hari sampai 30 hari. Sesudah masa percobaan tersebut berakhir, shareware tidak bisa digunakan lagi. Jika masih berminat, pemakai harus meregistrasikan program tersebut dan membayarnya.

Bila tidak ada batas pemakaian, maka biasanya versi shareware tersebut bukanlah versi lengkap (Full Version), melainkan versi demo atau preview. Untuk mendapat versi lengkapnya, pemakai harus memesan dan membayar.

Shareware memberikan beberapa keuntungan dibandingkan software-software komersial, karena sengan mendapatkan program tersebut secara gratis, pemakai bisa mencoba dan menggunakan software tersebut secara bebas sebelum membayarnya.

Sistem shareware itu adil selama setiap orang berpegang pada aturan yang ada dan menghargai hasil karya orang lain.