caleg-stres

Dua Kali Masuk RSJ, Heru Lolos Jadi Caleg

Mojokerto - Tingkah aneh yang dilakukan caleg DPRD Provinsi Jawa Timur dari Partai Hanura, Heru Santoso (45), ternyata bukan tanpa sebab. Sebelum menjadi caleg, Heru pernah 2 kali dirawat di rumah sakit jiwa.

“Heru itu tetangga saya di Mojosari. Kalau tidak salah, Heru pernah dua kali dibawa ke rumah sakit jiwa,” kata Sekretaris DPC Partai Hanura, Bambang Sigit kepada wartawan di lokasi penghitungan suara KPUD Kabupaten Mojokerto, Sabtu (18/4/2009).

Namun anehnya, Heru ternyata bisa menjadi caleg dari parpol yang didirikan Jenderal (Purn) Wiranto itu. “Jika saat pendaftaran caleg DPC Kabupaten Mojokerto tahu, maka akan kami coret. Tapi Heru daftar di tingkat provinsi,” kata Bambang.

Menurut Bambang, Heru sempat sembuh dan hidup secara normal. Karena itu, Bambang memperkirakan DPD Partai Hanura Jawa Timur juga tidak menyangka jika Heru pernah masuk rumah sakit jiwa sebanyak 2 kali.

“Tahunya dalam Daftar Caleg Tetap (DCT), nama Heru masuk. Saya kaget, Heru ini kan gila. Setelah saya sampaikan ke DPD, nama Heru tetap masuk sebab DCT tak bisa diubah,” kata Bambang yang juga menyampaikan maaf atas ulah Heru ke semua pihak.

Heru tercatat sebagai caleg DPRD Provinsi Jawa Timur Daerah Pemilihan VIII. Namun perolehan suara Heru sangat kecil. Untuk sementara, di Kabupaten Mojokerto Heru hanya mendapat 55 suara.

Hal ini diduga sebagai pemicu kambuhnya penyakit kejiwaan Heru tersebut. Sehingga Heru menyanyi dan menari di lokasi penghitungan suara.

http://surabaya.detik.com/read/2009/04/18/170504/1117529/475/dua-kali-masuk-rsj-heru-lolos-jadi-caleg

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kalah, Caleg di Tangerang Mengamuk

Seorang calon legislator daerah pemilihan Tangerang, di perumahan elit Alam Sutera Kunciran, stres dan marah-marah karena kalah dalam pemilu legislatif 9 April lalu.

Sekitar pukul 17.00 WIB saat penghitungan suara dilakukan, seorang pria (40) yang merupakan caleg dari partai tertentu, terlihat frustasi saat mengatahui kalah dalam perolehan suara.

Dia merangkak di pinggir jalan dengan membawa-bawa cangkir sambil meminta-minta uang kepada orang yang berlalu lalang, katanya kembalikan uang saya, kata caleg itu.

“Ia diketahui kalah dalam perolehan suara, namanya ada di daftar pemilih tapi kalah dalam pemilihan,” kata salah seorang petugas KPPS Tedi, sabtu 11 April 2009.

Tedi mengatakan, caleg ini mengalami stres yang berlebihan, hingga mengalami depresi. Sebab tingkah lakunya sudah seperti orang gila, dengan rambut yang masih klimis, dan hanya mengenakan celana pendek, bahkan menjadi bahan ejek anak-anak.

Warga yang menyaksikan ulah caleg aneh itu, tidak ada yang berani mendekat dan hanya melihat dari jarak kejauhan saja. “Bahkan sesekali ia melempari warga dengan cangkir sambil marah-marah,” tuturnya.

“Saya tidak perlu sebut nama dan partainya tidak enak mas, yang jelas nama dia masuk daftar caleg,” ujar Tedi.

Mengetahui hal itu, keluarga langsung membawanya pulang dan meminta maaf kepada warga karena telah terganggu ketenangannya. “Keluarganya datang membawanya pergi, setelah kami beritahu,” tambah Tedi.(VIVAnews)

http://www.tvone.co.id/pemilu2009/terkini/view/11310/2009/04/11/kalah_caleg_di_tangerang_mengamuk

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kecewa, Caleg Nekat Blokir Jalan

INILAH.COM, Bulukumba – Salah seorang caleg Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) Andi Langade Karaeng Mappangille bersama tim suksesnya nekat melakukan penutupan jalan sepanjang 3 km. Tindakan tersebut diduga akibat perolehan suaranya yang tidak mencukupi menjadi caleg terpilih.

Informasi yang berhasil dikumpulkan, penutupan jalan tersebut berlangsung sejak Minggu (12/4) petang, sehingga membuat arus lalu lintas menjadi macet total karena sepanjang jalan 3 km itu dipalang dengan menggunakan sebatang pohon dan tumpukan batu.

Andi Langade yang diusung dari dapil II Kab Bulukumba, Sulsel, ini mengaku kecewa dengan warga Dusun Biloro, Kel Tanet, Kec Bulukumpa yang tidak banyak memilihnya.

Meskipun belum memiliki perolehan jumlah suara sah dari tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) maupun KPU Bulukumba. Namun, 101 TPS di 2 kecamatan hanya 71 saksi yang melaporkan jumlah suara yang diperolehnya.

“Penutupan yang dilakukan oleh Karaeng Mappangille sebagai bentuk kekecewaan terhadap warga yang tidak banyak memilihnya pada pemilu caleg 9 April lalu. Meskipun belum ada keputusan resmi dari PPK dan KPU Bulukumba namun laporan saksi sudah cukup,” ujar salah seorang warga yang namanya tidak mau disebut.

Menurut Andi Langade, dirinya berhak melakukan penutupan jalan Mappatunrung, Dusun Biloro, Kec Bukumpa karena jalan yang digunakan oleh sekitar 400 penduduk itu merupakan tanah milik alamarhum kakeknya yang juga pejuang 45.

Dirinya menambahkan, jika polisi ataupun pemerintah setempat memaksakan untuk membuka pemblokiran jalan yang dilakukan oleh timnya itu, dirinya terpaksa akan membongkar aspal jalan dan menggantinya dengan sebidang sawah seperti semula. [*/bar]

http://inilah.com/berita/politik/2009/04/13/98271/kecewa-caleg-nekat-blokir-jalan/

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kalah Pemilu Caleg Ambil TV Yg Disumbangkannya

Ada-ada saja tindakan calon legislatif (caleg) yang kalah dalam pemilu legsialtif, 9 April lalu. Di Ternate, Maluku Utara, seorang caleg meminta kembali televisi yang sudah disumbangkan ke warga. Ini dilakukan karena perolehan suara sang caleg sangat rendah. Kejadian ini terjadi di RT 02 Kelurahan Falawaja II, Kota Ternate Selatan.

Akibat ulah sang caleg, puluhan warga RT 02 Kelurahan Falawaja II marah. Mereka bahkan merusak kotak televisi. Mereka kemudian menyiram televisi dengan bensin dan membakar kotak ajaib itu. Tindakan warga ini dilakukan karena warga kecewa setelah caleg dari sebuah partai mengambil televisi milik warga yang ditempatkan di pangkalan ojek. Televisi tersebut diambil diam-diam pada malam hari.

Sebelumnya, saat kampanye terbuka lalu caleg bernama Hartati memberikan televisi kepada warga dengan harapan mendapatkan suara maksimal. Namun, dalam pemilu 9 April lalu Hartati hanya mendapatkan tiga suara. Hartati sendiri membantah telah mengambil televisi tersebut. Ia menduga, televisi itu diambil para pendukungnya.(DOR)

http://ekampanyedamaipemiluindonesia2009.blogspot.com/2009/04/kalah-pemilu-caleg-ambil-tv-yg.html

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Gagal Pemilu Caleg Partai Patriot Stres

Dugaan bahwa calon legislatif (caleg) yang tidak terpilih akan mengalami gangguan kejiwaan tampaknya mulai mendekati kenyataan. Akibat perolehan suara yang tidak sesuai harapan, seorang caleg di Cirebon, Jawa Barat, kini sering melamun dan mengurung diri. Nasib ini menimpa Iwan Setiawan, caleg Partai Patriot asal Kabupaten Kuningan. Apa yang dialami Iwan ini bisa jadi hanya satu dari banyak kasus yang bakal terjadi.

Setelah mengetahui hasil penghitungan suara tidak sesuai harapan, pria berusia 29 tahun ini mendadak menjadi pendiam dan sering mengurung diri di kamar. Keluarganya menduga, perilaku Iwan Setiawan terjadi karena kekalahannya dalam pemilu 9 April lalu. Iwan Setiawan memang telah menghabiskan uang yang banyak untuk kampanye. Setidaknya Rp 300 juta ludes dibuyurkan.

Untuk mengembalikan kondisi psikis dan mentalnya, Iwan Setiawan kemudian menjalani ritual terapi pengobatan dengan menggunakan air dari sumur tua yang berada di sebuah padepokan supranatural di Cirebon. Di tempat ini pasien akan menjalani terapi dua hingga tiga kali untuk mengatasi depresi yang mereka alami. Menurut pengurus padepokan Ujang Bustomi, sudah ada puluhan caleg yang mendaftar untuk menjalani terapi mental akibat mengalami depresi.(DOR)

http://ekampanyedamaipemiluindonesia2009.blogspot.com/2009/04/gagal-pemilu-caleg-partai-patriot-stres.html

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Diduga Jantungan karena Suara Minim, Caleg Hanura Meninggal

DENPASAR, KOMPAS.com — Ni Putu Lilik Heliawati (45), caleg nomor tiga Partai Hanura untuk DPRD Buleleng, meninggal dunia secara mendadak di rumahnya Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng.

Musibah terjadi Kamis (9/4) malam sekitar pukul 23.30 Wita itu. Heliawati diduga meninggal akibat serangan jantung setelah menerima telepon dari tim suksesnya bahwa perolehan suara yang bersangkutan tidak memenuhi harapan.

Wanita asal Desa Bengkel, Busungbiu, itu mengembuskan napas dalam perawatan intensif di UGD RS Wijaya Kusuma, Seririt, Kabupaten Buleleng. Pemilu legislatif di Pulau Dewata kali ini diikuti total 5.065 calon anggota legislatif dari 36 partai politik dengan memperebutkan 390 kursi di DPRD tingkat kabupaten dan provinsi.

Dengan demikian, ada 4.675 caleg yang gagal memperebutkan kursi dewan. Prof Dr Luh Ketut Suryani, psikiater kenamaan, memprediksi, sebagian caleg yang gagal meraih kursi di DPRD akan mengalami stres karena telah mengeluarkan uang cukup besar.

http://regional.kompas.com/read/xml/2009/04/11/11353570/Diduga.Jantungan.karena.Suara.Minim..Caleg.Hanura.Meninggal

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Keluarga Berperan Cegah Caleg Stres

Anggota keluarga memiliki peran dengan menghibur dan menasihati kepada caleg yang gagal terpilih pada Pemilu, 9 April 2009, sehingga dapat mencegah kemungkinan depresi berat bagi caleg yang bersangkutan, kata Ketua Forum Jejaring Komunikasi Kesehatan Jiwa (FJKKJ) dr G Pandu Setiawan, SpKJ.

Ketika menjawab pers tentang kemungkinan caleg yang gagal akan menderita depresi dan dirawat di rumah sakit jiwa (RSJ), di Jakarta, Rabu, mantan Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Depkes itu menegaskan, sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan caleg yang gagal terpilih akan menderita depresi, karena masih ada keluarga dan kelompok masyarakat terdekat yang mampu membantu mencegah timbulnya depresi.

Apalagi, kata Pandu, jika caleg yang gagal itu memiliki mental pertahanan diri yang kuat, maka mereka akan menghadapi kegagalan itu dengan tenang dan tidak sampai pada stres dan depresi, karena sebelumnya sudah terbiasa mendapat tekanan, dan selanjunjutnya akan memulai perencaan program baru.

http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/04/09/23052654/Keluarga.Berperan.Cegah.Caleg.Stres.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Peribadi : Caleg Harus Cerdas Menerima Kekalahan

Calon anggota legislatif (caleg) tidak hanya cerdas menerima kemenangan dalam Pemilihan legislatif mendatang, tetapi yang terpenting lagi adalah bagaimana caleg juga harus memiliki kecerdasan untuk mau menerima kekalahan dalam pemilu legislatif, jika dalam proses pemilihan nanti terbukti tidak mampu meraih kursi tersebut. Demikian diungkapkan, pengamat politik, Peribadi saat menjadi panelis dalam workshop sosialisasi pemilu di Hotel Imperial, yang diselenggarakan KPU Konawe Selatan,
Sabtu (22/11).

Dikatakannya, kecerdasan menerima kekalahan ini sangat perlu dimiliki oleh setiap petarung politik termaksud caleg, sebab yang selama ini timbul adalah ketika petarung kalah dalam pertarungan politik, yang bersangkutan tak mau mengakui kemenangan lawan, namun justru sebaliknya, berbalik mengugat kemenangan lawannya.

Disebutkannya, paling tidak, ada tiga jenis kecerdasan yang telah membudaya pada masyarakat, pertama kecerdasan mendengar, tentu hal ini, caleg harus dimilikinya, apalagi menjadi pendengar yang baik, namun yang terpenting lagi adalah kita harus memiliki kecerdasan mendengarkan orang yang berbeda pandangan dengan kita.

Sehingga dengan begitu, kita mampu membedakan nuansa skeptisisme dan gelagat kritisisme. Kedua, caleg sedapat mungkin fleksibel dan cemerlang dalam lingkungan yang heterogen. Dalam konteks ini kata peribadi, bukan pluralisme. akan tetapi menunjukkan sikap dan perilaku empati atas segala perbedaan yang dimiliki setiap orang, sehingga dehumanisasi, deforestasi dan degradasi lain yang kini mengedepan, tidak kian menjadi-jadi. Dan ketiga adalah, amat cerdas menerima kekalahan dari kawan dan lawan yang sukses gemilang memenangkan pertarungan kursi panas.

“Banyak petarung Pilkada amat cerdas menerima kemenangan, tetapi amat sangat goblok menerima kekalahan,” terangnya. Cr5/B/ARI

http://kendariekspres.com/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=100

Sumber  http://s yamsyah.wordpress.com

About these ads